Pria Lansia di AS Tewas akibat Virus Misterius, Apa Itu Alaskapox? Simak Penjelasan Berikut Ini

Setelah kasus fatal yang mengakibatkan korban jiwa itu, para ilmuwan dan profesional kesehatan memantau dengan cermat virus langka dan misterius yang dikenal sebagai Alaskapox tersebut.

PROHABA.CO Seorang pria lanjut usia (lansia) di Semenanjung Kenai, Alaska, Amerikat Serikat (AS) menjadi orang pertama yang meninggal akibat terserang virus misterius yang dikenal dengan nama Alaskapox.

Setelah kasus fatal yang mengakibatkan korban jiwa itu, para ilmuwan dan profesional kesehatan memantau dengan cermat virus langka dan misterius yang dikenal sebagai Alaskapox tersebut.

Menurut buletin dari Departemen Kesehatan Alaska dikutip dari Kompas.com, pria dengan sistem kekebalan tubuh lemah itu pertama kali mencari pertolongan medis pada pertengahan September 2023 setelah melihat adanya luka merah di bawah lengan kanannya.

Selama enam minggu berikutnya, ia mengunjungi unit gawat darurat beberapa kali untuk evaluasi klinis lesinya dan diberi resep beberapa antibiotic.

Namun, kondisinya semakin memburuk.

Setelah terus mengalami kelelahan dan rasa sakit yang semakin meningkat di bahunya, ia dirawat di rumah sakit di Anchorage pada 17 November 2023.

Untuk mengetahui penyakit misterius apa yang menyerang pria itu, usapan lesi kemudian diserahkan ke Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC). Hasilnya, pria itu terinfeksi virus Alaskapox (AKPV).

Sayangnya, pasien pria tersebut kemudian meninggal karena komplikasi infeksi pada akhir Januari 2024.

Apa itu Alaskapox?

Mengutip IFL Science, Alaskapox adalah virus yang pertama kali diidentifikasi pada tahun 2015 pada seorang wanita yang tinggal dekat Fairbanks di Alaska, Amerika Serikat.

Itu bagian dari genus Orthopoxvirus, yang mencakup beberapa spesies virus yang dapat menyebabkan penyakit lain pada manusia seperti cacar, cacar sapi, cacar kuda, cacar unta, dan mpox.

Gejala khas Alaskapox yang muncul di antaranya lesi kulit, pembengkakan kelenjar getah bening, dan nyeri sendi atau otot.

Otoritas Alaska menambahkan bahwa orang yang terkena infeksi salah mengira lesi kulit sebagai gigitan serangga.

Halaman selanjutnya

Halaman

12

Sumber: Kompas.com

BERITATERKAIT

Ikuti kami di

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *